sedikit tulisan tentang demonstrasi..


Semoga sedikit catatan kecil ini bisa berguna bagi kita semua..

Berguna untuk melepaskan diri ini dari kesia-siaan,
Berguna untuk menempatkan semangat ini pada hal yang lebih bermanfaat,
dan Berguna untuk menundukkan insan yang sombong ini, untuk sejenak menoleh kebelakang dan menginstropeksi apa yang telah dilakukannya..

Yaa Muqallibal qulub (Wahai Maha yang Membolak balikkan hati), Semoga Hati yang keras ini bisa dilembutkan untuk menerima Hidayah yang Engkau anugrahkan..🙂

-Sedikit Tulisan Tentang Demonstrasi-

——————————————————————————————————-

“Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk
dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan
cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang
bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya,
serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai
hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk
yang lurus dengan firman-Nya.

“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian
itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.

“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan
ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.

“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti
akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk
berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah
diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Lalu Bagaimana Demonstrasi di mata Islam?

Pertama,
Beberapa orang berdalih Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan
derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.

Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian
dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah
terlarang (menurut Alquran dan Alhadist, Contohnya: kita tidak boleh seenaknya menambah rakaat Shalat, membuat jenis puasa baru dsb.), kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah atau perkara yang
diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :

“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan
termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]

Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.

“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami
perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.

Kedua,
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat
sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang
murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji.
Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik,
tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

Ketiga,
Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab
Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan
riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada
Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq)
Radhiyallahu ‘anhu.

Keempat,
Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran
dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh
dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah
kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim
menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar
ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh
diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan
diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan
kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar
ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara
seperti ini.

Kelima,
Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa
demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena
ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka
mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta
kecapaian yang luar biasa.

Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk
taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a, serta beribadah kepada-Nya

Keenam,
Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti
keluarnya wanita yang ikut mengumbar suara mereka
(ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di
dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil,
serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan
antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan
keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan buruknya
demonstrasi.

Ketujuh,
Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih
banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.

Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang
dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya,
lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

Kedelapan,
“Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa tentang suatu perkara, maka janganlah dia menampakkan terang-terangan. Akan tetapi hendaklah dia menarik tangannya (penguasa) dan bersendirian dengannya. Maka jika dia menerima (nasihat) maka itulah yang diharapkan. Jika tidak menerima, maka sesungguhnya dia (penasihat) telah melaksanakan kewajibannya bagi penguasa.”
HR. Ahmad, Musnad no.15369 (3/403); Ath-Thabrani, Musnad Asy-Syamiyin no.977 (2/94). Al-Haitsami, dalam Al-Majma’uz-Zawaid (5/229).

Dan berikut adalah beberapa fatwa dari Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah, atau bisa disebut Majelis Ulamanya Arab Saudi (Seperti MUI di Indonesia)

Fatwa Asy-Syeikh Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala
Pertanyaan : “Apakah demonstrasi yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan terhadap pemerintah dan penguasa dianggap sebagai suatu wasilah dari wasilah-wasilah dakwah, dan apakah orang yang mati dalam demonstrasi itu dianggap mati syahid di jalan Allah ?”.
Maka beliau menjawab : “Saya tidak menganggap demonstrasinya perempuan dan laki-laki merupakan terapi/pengobatan, bahkan demonstrasi itu termasuk penyebab fitnah, termasuk penyebab kejelekan dan termasuk penyebab kezholiman dan pelampauan batas sebagian manusia atas sebagian yang lain tanpa hak. Akan tetapi sebab-sebab yang disyari’atkan adalah dengan menyurat, menasehati dan menyeru kepada kebaikan dengan cara damai (tentram). Demikianlah jalannya para ulama dan demikian pula yang ditempuh oleh para shahabat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikut mereka dengan baik yaitu dengan menyurat dan berbicara langsung dengan orang-orang yang bersalah, pemerintah dan dengan penguasa dengan menghubungi, menasehati dan mengirim surat untuknya tanpa tasyhir (membeberkan keburukannya) di atas mimbar dan lain-lainnya bahwa dia telah mengerjakan begini dan sekarang telah menjadi begini, Wallahul Musta’an.

Fatwa Fadhilatusy Syeikh Al-‘Allamah Faqihuz Zaman Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah
“Apakah muzhoharoh (demonstrasi) dapat dianggap sebagai wasilah dari wasilah dakwah yang disyari’atkan ?”.
Beliau menjawab :
Sesungguhnya muzhoharoh adalah perkara baru dan tidak pernah dikenal di zaman Nabi shollallahi ‘alaihi wa sallam dan tidak pula di zaman Al-Khulafa` Ar-Rosyidin dan tidak pula di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum.
Kemudian didalamnya terdapat kekacauan dan keributan yang menyebabkannya menjadi perkara yang terlarang tatkala terdapat didalamnya penghancuran kaca, pintu dan lain-lainnya. Dan juga terdapat pula didalamnya percampurbauran antara laki-laki dan perempuan, pemuda dan orang tua serta kerusakan dan kemungkaran yang semisal dengannya. Adapun permasalahan menekan pemerintah, maka kalau pemerintah ini adalah pemerintah muslim maka cukuplah yang menjadi nasehat untuknya Kitab Allah Ta’ala dan Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan ini adalah hal terbaik yang diperuntukkan untuk seorang muslim.

Fatwa Syeikh Sholeh Bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullahu
Syeikh Sholeh Al-Fauzan, salah seorang ulama besar di Saudi Arabia dan merupakan anggota Al-Lajnah Ad-Daimah dan Hai’ah Kibarul ‘Ulama, pada malam senin tanggal 2 Safar 1423 H bertepatan tanggal 17 April 2002 dalam acara pertemuan terbuka yang disebarkan melalui Paltalk beliau ditanya dengan nash sebagai berikut :
Apa hukum berdemonstrasi, apakah dia termasuk bagian dari jihad fii sabilillah ?
Beliau menjawab :
“Demonstrasi itu tidak ada faidah didalamnya, itu adalah kekacauan. Islam adalah agama sakinah (ketenangan), agama hudu` (ketentraman), dan agama ilmu bukan agama kekacauan dan hiruk pikuk, sesungguhnya dia adalah agama yang menghendaki sakinah dan hudu` dengan beramal dengan amalan-amalan yang mulia lagi majdy (tinggi,bermanfaat) dengan bentuk menolong kaum muslimin dan mendo’akan mereka.
Maka wajib bagi kaum muslimin untuk beragama dengan cara beragama sebenar-benaranya islam pada kejadian-kejadian yang sepeti ini dan yang selainnya. Islam tidak datang dengan demonstrasi, hirup pikuk dan berteriak-teriak atau menghancurkan harta benda atau melampaui batas. Ini semuanya bukan dari islam dan tidak memberikan faidah bahkan memberikan mudharat bagi kaum muslimin dan tidak memberikan mudharat bagi musuh-musuhnya. Ini memudharatkan kaum muslimin dan tidak memudharatkan musuh-musuhnya bahkan musuhnya gembira dengan hal ini dan berkata (Disadur Dari Berbagai Sumber, dan Diubah Seperlunya).”

——————————————————————————————————-

Sungguh diri ini takut akan perangkap setan yang terlihat begitu indah..
Berdemo dihaluskan bahasanya menjadi “Aksi”..
Lalu apa bedanya dengan Penyerupaan Wanita dengan Pria yang dipercantik dengan kata-kata “Persamaan Gender”.. Kesyirikan dengan “Rasi Bintang”.. dll..
Lalu inikah yang disebut “Pencerdasan”?
Sungguh hati nurani inilah yang bisa Menjawab, Menjawab dengan jujur dengan menerima cahaya hidayah yang ada..
Bukan untuk berkelit, dan berdiri diatas kesombongan..

sekarang…

Marilah kita mengingat Kembali tugas utama kita..,
Mengingat Tanggung Jawab Pribadi kita kepada Yang Maha Kuasa yang banyak terlalaikan, akan tetapi kita malah sibuk dan berlelah letih dengan Tanggung Jawab kepada Sesama Manusia yang sedikitpun tak dapat menolong kita terhadapa panasnya Api Neraka…

Semoga Allah menampakkan kepada kita, yang benar itu benar,dan memudahkan kita untuk mengikutinya..
Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang
tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita dan saudara-saudara kita..

Ditulis dengan keinginan hanya untuk berbagi, dan saling mengingatkan, tak lebih dari itu.

-sekian-

1 comment
  1. Fahmi said:

    Kami,mahasiswa, melakukan demonstrasi,aksi atau apapun namanya itu karena murni kami peduli dengan rakyat, kaum minoritas, suara hati yang tidak didengarkan oleh penguasa, sistem yg tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
    Jujur, kami,mahasiswa, tidak bisa berdiam diri begitu saja,hanya melihat,mendengarkan dan berdoa. Kami tidak bisa seperti itu.

    Karena kami mahasiswa,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: