untukmu, imamku.


Jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta ini akan Allah tanamkan dalam diri kita. Tugasku bukan mencari dirimu, tapi mensholehahkan diriku. Wahai seseorang yang telah tertulis di Lauhul Mahfudzku, imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalananku nanti. Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk menjadi imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak.

karena percayalah, sesungguhnya tulak rusuk tak akan pernah tertukar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: