sajak si bau kencur


jeng jeng jeng..

Baru aja bongkar-bongkar tumpukan diary jaman batu dan nemuin buku ini. Niatnya sih dulu jadi buku puisi, agak shock sebenarnya karena ternyata 90% isinya berupa puisi galau jaman masih bau kencur. Dan setelah baca sampai termuntah-muntah, nemu deh satu yang paling ‘lumayan’ dari yang paling ngga lumayan :p

mohon maaf apabila ada kesamaan, waktu, tempat, dan nama pelaku. Karena ini hanyalah sebatas cerita fiktif belaka😀

DI PENGHUJUNG SEPTEMBER

Kini tlah tiba saat tuk berpisah.

Tiba waktunya tuk mematikan lilin, meredupkan mata dan mengosongkan malam.

Diam sejenak dan renungkan semuanya.

Sebutir tetes meleleh dipipiku.

Seketika terbayang semua memori masa lalu.

Berkelebat cepat secepat kepergiannya

dan sisakan sebuah perih disini.

Dia pernah datang dan isi sepi ini.

Dia pernah datang dan penuhi hati ini.

Dia pernah datang dan hancurkan hatiku

Dia pernah datang dan merangkainnya kembali.

Matikan lampunya dan biarkan ruangan ini gelap

Jabatlah tanganku yang nyaris beku ini.

Karena untuk yang terakhir kalinya kita bercengkrama.

Diakhir september kelabu.

Kutemukan cinta tanpa kuduga, dan cinta selalu punya daya hingga terkadang energipun melesat tak terkira. Ya! Aku menemukan sebentuk cinta, seperti cinta yang dulu ku punya saat aku saling bertegur sapa denganmu.

09.35 malam
19 / 09 / 2005

12 comments
      • itu kan puisi dari saya #plak

      • bukaan, itu kan puisi kita. #plakplakplak haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: