elegi kehidupan


Ini bagian dari elegi kehidupan.

Ketika aku dan dunia saling bersikeras untuk bertolak belakang.

Ketika arus perputaran sampai pada suatu titik.

Ketika kebeliaan sudah berupa bayangan lampau.

Ada sisi yang membuatku kembali memutarkan pikiran,

untuk menyusun ulang sebuah keyakinan.

Tetang dunia dan kelahiranku sebagai wanita.

Akan datang suatu masa.

Saat kebebasan berada dalam belenggunya.

Tangan, kaki, otak, semua sesuai kendalinya.

Ikatan lingkungan terkurung dalam sebuah tali pembatas.

Aku tinggalkan pekerjaanku,

aku  lepas gelarku,

untuk sebuah madrasah. Ya! madrasah keluarga.

Ini realita,

ini pilihan,

ini kewajiban

dan ini ibadah, pikirku.

8 comments
  1. itu realita,

    itu pilihan,

    itu kewajiban

    dan itu ibadah, pikirku.
    heheeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: