BBB (Balada BlackBerry)


Ada 2 alasan kuat yang bikin jadi terpikir untuk menulis artikel ini, yang pertama karena baru saja duduk bersebelahan dengan bapak karyawan yang kebingungan menggunakan kedua BBnya secara bergantiaan saat meeting berlangsung dan yang kedua karena dorongan dari teman-teman SMA yang maksa banget supaya saya beli BB, sejauh ini sih alasan kuat mereka supaya bisa bbman bareng yang lain. Bukan hanya temen SMA, temen kuliah juga ngga bosan-bosannya nyuruh pakai BB, kata mereka supaya saya bisa masuk grup kelas, jadi cepat tahu info terbaru. Sampai suatu saat ketika saya iseng pakai twittanic, salah satu aplikasi twitter yang memberikan fasilitas autotext yang konon hanya dimiliki BB. Mereka histeris! ‘’qida pakai BB baru ya? Asik! Emotenya udah bisa begitu’’

Okelah, ulasan kali ini sedikit agak berat, kenapa? Karena tumben-tumbennya ada kaitannya sama handphone alias teknologi. Yah setidaknya bisa sedikit jadi bukti kalau orang gaptek, ngga selamanya gaptek *senyum sinis*

Kalau ditanya “pengen ngga pakai BB?’’ jujur sih pengen, pengen banget malahan. Tapi lagi-lagi kembali ke ligkungan keluarga, keluarga saya termasuk individu yang menolak keras penggunaan barang satu ini. Apalagi kakak semata wayang .

‘’ pokoknya adek ngga boleh pakai BB ya, biarpun beli pakai uang sendiri tetap ngga boleh, kakak ngga mau lihat adek jadi berdzikir pakai BB’’

Berdzikir? Pengguna BB memang cenderung seperti orang yang asik berdzikir, BB selalu digenggaman tanpa dilepas, kepala asik menunduk, konsentrasi terfokus pada satu-satunya layar digenggaman. Kini teknologi bukan lagi dikendalikan oleh mereka tapi mereka yang dikendalikan oleh teknologi. Dan percaya atau tidak, seketika pengguna BB akan berubah menjadi sosok yang malas membalas SMS. Jelas saja, karena mereka sudah asik dengan dunianya, dunia social media dan bbm. Bukan hanya itu, sebagian besar pengguna BB juga cenderung asik dengan handphonenya ketika berada di depan orang lain, tanpa peduli sekitar.

jadi, masih pantas kah BB dikatakan smart phone?

 

13 comments
  1. pena usang said:

    Menurut ane, BB itu sangat pantas dikatakan sebagai smartphone, karena saking smartnya bb bisa bikin penggunanya ga mau lepas dari dia hahaha

      • pena usang said:

        Engga dong, ane mah kaga mau diperbudak bb wkwkwk, ane mah pengguna setia no*ia *alah kenapa ini jadi promosi* hahaha

      • hahaha gapapa kok promosi ke sesama pengguna nokia😀

  2. herrboy said:

    tentu saja bb pantas dikatakan smartphone, kenapa? sudah ada diulasan diatas kalau bb mampu mengendalikan penggunannya, bukan sebaliknya😀

    • wah begini ini nih bantahan pengguna BB yang mematikan hehe

      • herrboy said:

        haha, siapa yang pengguna BB?😀

      • kakak bukan??😀

      • herrboy said:

        ehmmmm, kira-kira iya bukan??😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: