matahari untuk esok hari


Kamu datang dan pergi. menyapaku untuk sekedar bersinggah namun seketika pamit untuk sebuah perjalanan panjang. Aku tahu maksud baikmu, mungkin untuk sekedar menciptakan cerita baru bagiku, entah itu berupa kesan baik atau bahkan buruk. Aku paham juga maksudmu, mungkin untuk sekedar mengenalkan aku tentang keadaan yang harus aku hadapi nantinya. Tapi andai saja ketika itu aku bisa mencegah kedatanganmu, agar tak ada lagi yang kamu tinggalkan seperti saat ini. Aku dan cerita kita.

Aku bangun dan kembali melihat memori itu. Ingatkah kamu, saat kita menyusun rencana untuk sebuah istana? Seakan kamu membangun anganku sehingga aroma kebahagiaan begitu pekat di pelupuk mata. ketika itu telingaku penuh oleh semua janji mu, yah sebut saja janji manis. Soal masalah hidup yang akan lenyap dengan tanganmu.

CUKUP! aku selama ini terlalu berani untuk hidup di alam mimpi. Kini dan nanti, biarkan aku mendewasa bersama citaku, ya tanpa kamu tentunya.

Mereka datang dan pergi, silih berganti. Itu rencana-Nya agar kamu banyak belajar dari orang-orang disekitarmu. Teman yang seketika menjadi musuh, atau musuh yang seketika menjadi kerabat dekat. Sekedar hikmah supaya kita lebih menghargai mereka.

Berbuat baik lah selagi kamu mampu, selagi masih ada matahari untuk esok hari.🙂

(sekedar renungan untuk mereka yang pernah ditinggal sahabat, keluarga, atau bahkan orang terdekat )

14 comments
      • lohh?? pundung kenapa? mau eskrim? *eskrim lagi* haha

      • Wkwkwkwkwk. . Sekarung pa gimana nin? Haha

      • sehati aku aja kak (?) hahaha

      • Hahahahaha. . Ini anak uda pinter ngegombal dah. Gara2 sering blogwalking nih.😀

      • bukan ini gara2 diajarkan sama yg diatas komen ini :p

  1. mencintai makhluk sewajarnya saja,
    ia hadir silih dan berganti dan selalu meninggalkan kenangan

    • iya mba, karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, bukan? semoga banyak yang bisa kita petik dari kenangan tersebut ya mba🙂

  2. Teguh Puja said:

    Pada hakikatnya, akan selalu ada yang datang, menetap, dan pergi. Itu salah satu bagian dari perjalanan hidup manusia.😉

    • jelas mas, karena dimana ada pertemuan disitu pasti ada perpisahan🙂

      • Teguh Puja said:

        Maka, jangan terlalu mencinta dan membenci orang lain, karena mungkin suatu saat nanti itu akan meninggalkan beban yang cukup besar di hati kita, ketika segala sesuatunya tidak sama lagi seperti sebelumnya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: