dua pasang mata kehidupan


Sekilas cerita tentang dua pasang mata kehidupan. Kerasnya hidup masih menguatkan tubuh keduanya. Mata jernih membelalak, tidak membutakan mereka untuk terus mencari nafkah hidup. Ini tentang beliau, sepasang pemulung ulung.

Sedikit obrolan, seketika berhasil membangkitkan semangat hidup dan rasa syukur. Mereka hidup dalam kalung beban kehidupan, tapi mencari nafkah tetap dilakukan bersama, sang istri menggandeng suami menyusuri sukabirus, beralih dari kumpulan sampah yang satu ke yang berikutnya. Yah beginilah romantisme hidup, susah senang bukan pengaruh. Bagi mereka, tetap bisa bersama itulah yang terpenting.

”neng ayo kapan-kapan main ke rumah ibu ya, rumah ibu di cibadak neng”

cibadak-sukabirus itu bukan jarak yang dekat. Sekitar 4 kali angkot. Agak shock awalnya, hanya demi sampah mereka perlu menyusuri sejauh itu. Tapi bagaimana dengan saya? hanya butuh jalan 5 menit untuk masuk kuliah, kenapa seakan masih sering terasa berat? jelas-jelas masuk kuliah gratis (orang tua yang bayar). Yah inilah, lagi-lagi karena kurang bersyukur, kurang melihat kebawah, kurang berbagi.

Dua pasang mata kehidupan saja bisa terus menghidupkan hidupnya. Nah! seperti itulah kamu seharusnya🙂

hasil obrolan sore hari, 14 september 2012

2 comments
  1. 2 pasang mata kehidupan berjalan membuat romantisme kehidupannya sendiri.
    Emang romantisme itu, punya beragam cerita.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: