dalam sebaris doa


Selamat pagi!
Masih saja ada selamat disaat tidak adanya selamat yang berbalik.

Apa kabar?
Pasti lebih baik sebelum ada tanya yang terlontar di pagi ini.

Sehat?
Oh mungkin aku yang kurang sehat, terlalu diributkan dengan persoalan hati.

Tetap semangat kan?
Seakan menertawakn diri sendiri, karena tidak ada sela untuk si penyemangat.

Kamu baik, sangat baik. Dengan dia mungkin akan lebih baik.
Kamu hebat, sangat hebat. Dengan dia mungkin akan lebih hebat.
Kamu berkelas, terlalu berkelas. Dengan dia mungkin akan sekelas.

Pikiran melayang oleh berbagai angan-angan semu, begitu besar tugas digerutan pundak.
Aku sibuk, ya menyibukkan raga untuk memantaskn diri pada suatu angan besar.
Dalam kelelahan dan dalam diam.
Ada sebaris rasa syukur atas berkat & rahmat ILLAHI atas apa yang telah aku nikmati.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintaimu.
Syukur ketika rasa rindu menyapa.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit & cemburu dalam ucapan aku baik-baik saja.

Akhirnya aku putuskan tuk mencintaimu dalam sebaris doa.

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: