cinta 65 tahun


Cinta hingga hujung nyawa, bukan problematika, bukan pihak ketiga, bukan derita, tapi umur yang mengakhirkannya.

Aku banyak belajar dari beliau, mengenai keegoisan yang berhasil menyatukan keduanya, cinta itu saling melengkapi, ketika keduanya memiliki egoisme yang tinggi, egois itu pula yang saling mengalah untuk sebuah ikatan.
65 tahun bersama, 9 anak, 23 cucu, 7 cicit, subhanallah! Mereka luar biasa, begitu pula yang menjaga keduanya.
65 tahun dengan keluh kesah
65 tahun dengan isak juang
65 tahun dengan halauan badai
65 tahun dengan gelitik tawa
65 tahun romantisme itu berlangsung
dari raut mukanya, aku tau ada sedih yang begitu mendalam, seperti tidak ada lagi tulang yang mampu menopang kokoh selayaknya.Ia habis dimakan umur bersama kepikunan yang kian menua, tapi cinta 65 tahunnya tidak akan pernah usai seperti mimpi yang berlanjut menuju surgaNYA.

selamat jalan uwak salam, ada rindu yang engkau tinggalkan tentang cinta 65 tahun :’)

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: