aku menangis semalam


Rindu dalam tepisan kalbu, ada ceria yang tersembunyi dalam-dalam. Kalau saja keduanya beradu, air mata lah si pengunggul. Aku hampir jatuh gagal ketika hampir kehilangan, tapi ibu membangkitkan dengan kekuatan yang begitu rapat ia simpan. Katanya ” bangun lah nak, kalau saja ibu bisa kuat, kenapa kamu tidak? Tuhan mengujimu untuk 2 alasan, memperbaiki kualitasmu sehingga lebih baik atau karena Ia rindu sapaan malammu. Bangkit lah nak, tutupi kesenduanmu dengan rangkaian doa”
Aku menangis semalam soal ketakutan akan kehilangan, soal kata tidak sanggup yang begitu menghantui tidurku. ” Aku takut bu kehilangan, aku takut bu kembali kecewa seperti masa itu”
Ibu kembali menguatkan tiap lontaran katanya ” Kalau saja ikatan bisa hampir terputus, apalagi tali kuat sepertimu naik, ciptakanlah simpul terbaik dengan memilih pasangan tali terbaik”
”Tapi bu?”
”Hanya ibu yang boleh jatuh seperti ketika itu, kamu, anak ibu, adalah harapan terkuat. kita tidak boleh kalah dengan jalangnya kehidupan, kita tidak boleh rendah dalam tangan kuasa. Yang agung hanya Tuhanmu, minta lah padanya”
Kalau saja aku bisa membeli sebuah keyakinan, akan aku dapatkan itu. Tapi tidak, aku telah menemukannya, dalam doa seorang ibu
.
percakapan dalam benakku dengan angin malam
28 september 2012
4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: