perbincangan pagi


Sehari ngga ngobrol dengan ibu, itu rasanya super-duper aneh. Setiap hari ibu tidak pernah lepas dari handphonenya, yah minimal 2 kali sehari menelfon anaknya yang jauh dirantauan ini. Tapi perbincangan pagi ini begitu hangat, bisa dikatakan soal ‘masa depan’.
Berawal dari perbincangan keponakan yang akan segera menikah tahun depan, seolah perbincangan ini memancing ibu untuk ingin lebih tau, ”apa kabar kisahku?”.

“Dek, bagaimana kabar si itu?”
“Tidak ada hubungan yang spesial bu, yang jelas kami sudah beda prinsip, soal masa depan.”
“Kalau di sms, selama adek sempat, ya adek balas, selebihnya, semua biasa.”
“Begini bu…. *cerita tidak untuk di ekspose* ”
“Kalau teman dekat yang dikampus yang dulu itu?”
“Yang mana bu?”
“Itu yang dulu adek pernah ceritakan?”

Ini agak bingung deh, antara saya yang sengaja melupakannya hingga lupa, atau ibu yang mengada-ada Entah siapa yang benar, tapi saya berusaha mengaburkan semuanya.

“Adek masih muda kok, masih banyak waktu untuk mencari yang benar-benar, agamanya yang paling penting”

Kalau saja obrolan ini dilakukan dengan tatap mata, ibu akan dapat bonus senyuman termanis dari saya🙂

Oh dear, jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah yg hebat utk orang2 yg bersabar.

Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan, nilai2 agama. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.
-darwis tere liye-

Nah dari cuplikan paragraf ini, saya banyak belajar. Kalau saja memang Allah berniat menyatukan, pasti akan ada jalan yang lebar, dan ketika jalan yang ditemukan itu semakin terhadang, itu karena kita salah jalan, karena kita tidak pantas sejalan.
Tuhanmu maha tahu atas segala isi hati, ketika nampak luar terlihat cinta, tapi apa hati benar2 mencinta? Semakin ditebak, semakin kamu menyinggung dosanya, semakin berani ber suudzhon dan khusnudzon tanpa fakta.oke, berhentilah!

Lantas apa yang harus dilakukan? Mengendalikan hati dengan tetap menjaganya! Yup, ini satu-satunya cara tetap berada dijalannya. Karena semakin kamu mengikuti kata hati, semakin akan terperosok oleh ego yang tidak terkontrol. ketika kamu mencintai seseorang, diam dan menunggu lah. Mencintai itu tidak harus dibuktikan dengan mengucapkan, bukan? melainkan dengan mendoakan🙂

sedikit nasihat untuk diri sendiri..
Bandung, 4 oktober 2012

20 comments
  1. Teguh Puja said:

    Pada waktunya, pasangan yang didamba tentu akan juga datang. Jangan khawatir. Sama seperti yang sudah difirmankan, jika kita berbuat baik tentu kita juga akan dapatkan yang sama baiknya. Insya Allah.😉

    • iya mas, benar banget🙂
      semoga segera datang ya #eh haha
      “wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26) “

      • Teguh Puja said:

        Kalau memang ingin pasangannya segera datang, segera bersiap kalau begitu Nin.😉

      • iya ini udah siap banget mas hahaha *pasangikatkepala*

      • Teguh Puja said:

        Semoga ada lelaki baik yang kemudian membaca tulisan kamu sekarang ya. Hihi. Aamiin.

    • pertanyaan semacam apa kak?hehe ayo silahkan ditanyakan😀

      • begini nih sifat rakyat indonesia yang harus dihindari. menyerah sebelum mencoba hehe :p

      • kamu juga rakyat Indonesia , gaya banget bahasanya, tengil juga nih ,hehe

      • ngobrol sama mentri pendekar kan gaya bahasa harus menyesuaikan kak. biar agak keren sedikit haha

      • siapa yang ngjarin nih ? -_-
        tapi boleh lah, sy sudah lupa retorika bahasa yang seperti itu :))

      • wiihhh lupa darimananya kak? ngomongny tetap keren kok😀

      • kalo keren mah saya udah dari dulu :))

        lupa karena jarang berinteraksi dengan hal2 yang seperti itu, bahasa rakyat yang membumi.hehe

      • dari dulu? aduh salah ngomong deh brarti -__-

      • hahaha. . lah ini anak kecil udah bisa galow segala.😀

      • *males balas komen kalau masih bawa2 anak kecil *

      • Triyoga Adi perdana said:

        Hahahahaha. . Sudah sudah. terima sahaja.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: