trilogi permainan catur


Post kali ini bukan tentang strategi memenangkan permainan catur, bukan pula ulasan tentang tata cara permainan, tapi tentang sesuatu yang seolah nampak seperti adegan-adegan horor dalam sebuah drama permainan catur.

Perumpamaannya, saya sebagai pion yang kecil dan jelata, hanya dapat berjalan satu kotak ke depan, kecuali untuk langkahnya yang pertama kali (boleh berjalan dua kotak ke depan). Pion tidak dapat berjalan mundur dan makan musuhnya dengan langkah diagonal (ke kiri atau ke kanan). Dan beliau seperti ratu, dapat berjalan secara diagonal, horisontal dan vertikal (strangers).

Hal yang paling menakutkan adalah dimana pion tidak bisa bertindak apa-apa ketika berada dalam kondisi benteng di SKAK-MAT oleh ratu, ibarat tinggal tunggu waktu permaianan selesai.Si pemain hanya bisa diam dengan tepukan tangan ke kepala dan menghembuskan nafas dalam-dalam. Yah apalagi pion, pion bisa apa?

Seperti itu pulalah rasanya ketika tiap kata-kata yang keluar dan kamu anggap benar selalu dipersalahkan. Dan setiap pembelaan selalu ditanggapi dengan ke-kritis-an yang seakan membuat kondisi SKAK-MAT.

Inilah hukum alamnya, kamu akan menang dari sebuah permainan catur ketika kamu mampu memahami dengan baik setiap langkahnya dan berhasil mengeluarkan strategi emas yang menjauhkan diri dari kondisi SKAK-MAT. Sama halnya ketika bimbingan dengan dosen pembimbing yang perfectionist, kamu harus paham setiap detail teori dan pernyataan yang dicantumkan, intinya sih agar ada pembelaan disetiap tulisan. Semua harus mampu dipertanggung jawabkan, sama seperti kemenanganmu di sebuah permainan catur🙂

Keep fighting, keep spirit untuk siapa pun yang sedang menempuh TA, karena kelulusan bukan soal tanggung jawabmu terhadap universitas, tapi tentang tanggung jawab terhadap orang tua.

Ini masih ujian dunia berupa” tugas akhir”, bagaimana dengan ”hari akhir” nanti?🙂

10 comments
  1. Teguh Puja said:

    Tak ada ujian yang Ia berikan, yang akan melebihi kapasitas kita, Nin.

    Jadi, selalu percaya setiap ujian itu pasti bisa kita lewati.😀

    • iya mas aku percaya itu kok, justru dengan adanya ujian juga bikin kita tambah dewasa kan ?😀

      • Teguh Puja said:

        Jelas. Semakin sering kamu lulus dari ujian, level kedewasaannya tentu lebih besar.😀

      • waaah siap mas, jadi semakin semangat untuk tugas akhir😀

      • Teguh Puja said:

        Ayo, lelaki impian sudah menunggu di gerbang. Menunggu untuk ditemui.

      • WAH? kenapa tiba-tiba nyambung ke lelaki impian nih mas?haha

      • Teguh Puja said:

        Ngelanjut obrolan di postmu yang kemarin. :p

      • haha iya deh mas, aku harus segera dapat gelar sarjana, supaya lekas dijemput oleh pangeran berkuda :p

      • Teguh Puja said:

        Hihi. Pangeran berkuda mesin. :p

      • yaampun ada2 aja deh hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: