Perjalanan Rahasia


Sungguh ini seperti mimpi, rasanya baru beberapa hari yang lalu ngepost kalau lagi kangen akut dengan yang namanya dinding kamar, dan sejak kemarin malam sudah bisa temu kangen kembali dengan si dinding kamar. Alhamdulillahnya pakai banget-banget, sama dengan perjuangannya untuk kesini juga banget-banget.
Sebut saja Perjalanan Rahasia, karena benar-benar rahasia. Bangun tidur di Selasa pagi, 23 Oktober 2012, kangen rumahnya kambuh lagi, dan terlintas pikiran nakal untuk pulang kerumah dadakan. Hitung-hitung hari dan alhasil ada banyak hari yang bisa dimanfaatkan dirumah nantinya, tapi mendadak keinget saldo ATM yang ngga mendukung. Tapi mendadak senyum kembali, karena keinget punya ATM berjalan yang baiknya luar biasa, kakak tersayang terhebat ( muji karena ada maunya :p ). Tunggu apalagi, buka laptop dan langsung lari ke website2 pemesanan tiket pesawat, cursor mouse sibuk banget ketika itu, mencari-cari harga tiket termurah, dan larilah pilihan ke Citilink. Antara mau ngga mau naik pesawat yang satu ini, tapiiiii YANG PENTING PULANG! Oke deh, siang bolong tiket udah tangan. Sebenarnya antar takut dan engga karena ibu ngga tahu menahu soal kepulangan yang mendadak ini, niatnya pengen bikin kejutan tapi sekalian sebagai alasan karena kalau ijin dulu pasti ngga dibolehin, mengingat harga tiket yang ngga bisa ditukar sama ongkos naik angkutan umum :p
Tiket pesawat jam 11 pagi keberangkatan Jakarta-Balikpapan, hal ini yang mengharuskan berangkat dari bandung pagi-pagi buta. Tapi pilihannya jatuh ke travel jam 03.30 pagi, pertimbangan karena travel jam 05.30 sudah full dan kalau diatas itu Jakarta lagi macet-macetnya. Ah! Terima kasih untuk supir hebat yang bertempur pagi-pagi buta nganterin ke travel dan jadi gagal kuliah pagi, sekali-sekali libur kuliah kan ngga dosa hehe. Travel sampai Jakarta jam 05.30 (benar-benar kecepatannya diluar ekspektasi) sedangkan jadwal pesawat take off jam 10.55 dan itu artinya saya harus duduk manis di bandara sekitar 5,5 jam, luar biasaaa, tapi bukan masalah, sekali lagi YANG PENTING PULANG😀
Untung saja ada buku langganan yang menemani, dan untung saja bawa bekal dari bandung ( maklum, anak kosan, berat kalau jajan di bandara yang harganya selangit). Sejam, dua jam, tiga jam, akhirnya bisa masuk juga ke ruang tunggu. Ada kejadian unik diruang tunggu ini, saking kelamaan nunggu, saya jadi menyibukkan diri mengamati tiap-tiap penumpang disekeliling, kemudian sampailah pengamatan pada seorang ibu. Gambarannya seperti ini, ketika itu si anak sekitar umur 2 tahun ingin memberikan kue kepada ayahnya, namun menggunakan tangan kiri, ibunnya pun menegur dengan nada ramah ‘’ pakai tangan manis dong nak’’ subhanallah ya seorang ibu. Tapi mendadak rasanya ingin menarik kembali ucapan ‘subhanallah’ tersebut karena ketika menegur anaknya, si ibu sedang asik makan kue dan menggunakan tangan kiri. Okelah, awalnya mungkin itu tidak sengaja ia lakukan, tapi terus menerus, lagi-lagi beliau tetap menggunakan tangan kiri untuk kue berikutnya. Cuma bisa menghelus dada, ini sebenarnya tamparan untuk diri sendiri bagi kita, terkadang kita mengajarkan sebuah kebaikan yang notabene kebaikan tersebut belum kita ajarkan untuk diri kita sendiri. Kita suka terlalu sibuk mengoreksi diri orang lain hingga terkadang lupa dengan diri sendiri🙂
Jam 14.00 tepat pesawat tiba di Bandara Sepinggan Jakarta, tapi keturunan penumpang kali ini harus tertunda, pengumuman dari pramugari kalau penumpang harus sementara tetap berada di pesawat. Katanya sih sementara, tapi apa setengah jam itu sementara? Dan terlebih lagi alasan untuk menunda penurunana penumpang dikarenankan ada rombongan Pak Beye yang akan segera Take off. Beda kasta memang, kita orang kecil, yang cuma bisa mendoakan semoga penerbangan beliau selamat sampai tujuan. Dan penundaan tersebut yang menjadikan saya ketinggalan pesawat dengan rute Balikpapan-Bontang. Fix banget, tandanya harus siap energi untuk perjalanan darat selama 6 jam dengan kondisi jalan yang ‘wah’, wah lubangnya, wah belokan dan tanjakannya, wah hutannya, dan yang diluar dugaan ternyata wah pula kondisi mobilnya. Kali ini pertama kalinya naik travel ‘gelap’, bukan Cuma mobilnya yang bercat gelap (re: hitam) tapi juga  supir dan antek-anteknya. Ketika itu  saya sudah cukup merasa puas melihat kondisi mobil yang akan dinaiki penuh, itu tandanya tidak perlu menunggu penumpang lain lebih lama lagi, dan ternyata isi mobil hanya antek-antek supir yang seolah-olah mencitrakan mobil telah penuh dan siap berangkat. Mobil berangkat jam 17.00,  saya pikir ini udah siap jalan banget, ternyata masih mampir ke dua lokasi untuk menjemput penumpang lain. Ya Allah, ujian banget ya kayaknya hari ini. Dan akhirnya sampai rumah jam 23.30 malam. Luar biasa, tapi seakan capek, kesel terbayarkan setelah mencium pipi ibu yang setia menunggu di ruang tamu.

Subhanallah, rumah memang surga ‘dunia’. Nice people, nice food, and nice memory 🙂
 
                                                                                                                                    Bontang, 25 oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: