harapan tanpa titik


terkadang aku berpikir tidak semudah itu pintu ini kembali terbuka, hanya terkadang aku sedikit mencoba melepaskan kaitan jendela, untuk sekedar mencium aroma kebebasan diluar sana, bukan karena aku tidak ingin melihat luar, tapi karena aku belum cukup berani untuk kembali merabanya, atau bahkan kembali berkecimpung pada kepahitan sebuah harapan yang begitu manis diawal, bukan pula tidak ingin membiarkan mereka kembali bersilaturahmi pada pintu yang sama, tapi ini semacam aturan kecil, ”jangen pernah kembali ketika kau pernah angkat kaki”, bukan karena aku tidak ingin membangun kembali kebaikan yang terdahulu tapi karena aku masih terjebak, sibuk menambal tiap-tiap memori yang masih tersisa.
kau tahu? Cinta tak selamanya harus dinyatakan, terkadang menahan dan tak berbicara adalah salah satu cara terbaik dalam menyatakan.. Ini caraku, dan biarkan aku membangun sebuah harapan tanpa titik entah itu dengan kau atau mereka yang telah berlalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: