ketika ia tak banyak paham soal ‘dunia wanita’


Bagi sebagian orang, dalam menjalankan hidupnya, wanita selalu dipenuhi dengan beragam warna. Untuk menghadapi semua warna itu agar terasa indah, wanita harus tampil dengan keadaan yang sangat memukau. Termasuk sebuah keharusan yang diyakini bahwa mereka harus bercahaya didepan semua orang.

Berada dilingkungan wanita yang peduli dengan segala hal, mulai dari hal-hal kecil yang begitu mendetail hingga hal-hal yang selalu menjadi pembicaraan pada umumya seakan menjadi tolak ukur sejauh apa kepahamannya terhadap sosoknya yang seharusnya. Tapi berada dilingkungan tersebut tidak berarti membuat ia paham dan terbiasa dengan interaksinya, lebih banyak yang membuatnya memilih untuk diam bukan karena tidak ingin ikut campur, tapi karena ia hanya bisa menciut dengan ketidak pahamannya.

Ketika lingkunya berbicara tentang tata cara berhias? ia hanya bisa memamerkan keahliannya berbedak, hanya bedak. Ia tak paham cara menggunakan penjepit bulu mata, eyeliner, maskara, dan segala hal yang berkaitan dengan itu. Jangankan paham, memilikinya pun tidak.

Ketika lingkungan berbicara soal tas-tas ber-merk? ia hanya bisa berbangga dengan tas-tas nya yang mungkin tidak bisa dibanggakan dalam hal merk. Baginya ia hanya memilih tas sesuai model dan warna yang diingin kan, tanpa mempedulikan nama dibalik produk tersebut. Ya! Lagi-lagi ini karena ia tak paham.

Ketika lingkungan mengulas soal penyanyi ternama? Baiklah, boyband ternama mungkin. Ia cenderung tidak mengenal siapa saja sosok-sosok terkenal tersebut. Dan ketika ditanyakan seperti apa kriteria favoritnya, ia kembali menjawabnya dengan tawa. Seolah itulah solusi terakhir untuk menjelaskan setiap ketidaktahuaannya.

Lantas pantas kah ia dikatakan wanita tulen? biarlah ia menjawabnya melalui sebuah pembuktian, suatu saat nanti.

Dan perlu diketahui untuk para kaum feminis, jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban Agamamu, niscaya surga menantimu😉

2 comments
  1. Teguh Puja said:

    Wanita tulen tidak didasarkan dari itu semua, Nin.🙂
    Ketika kamu bisa berbicara dengan lemah lembut dan juga baik kepada sesama, itu yang membuat kamu bisa menjadi wanita seutuhnya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: