kisah si adik kecil dan sekeranjang cireng-nya


 
“cireng ini yang membuatku tetap bersekolah!”

Buah batu memang bukanlah pusat Bandung, tapi daerah ini tidak bisa dikatakan sepi, melihat kehidupan malam hari yang tetap berjalan seiring periode waktu. Mungkin sebagian orang telah terlelap dalam mimpi, tapi sebagian lagi masih disibukkan dengan mengais puing-puing rezeki, seolah mempersiapkan sesuap nasi untuk esok hari.

Aku tak sempat tanyakan namanya, badannya yang masih nampak kecil mungil seakan membuatku bisa menebak, ia mungkin masih duduk manis di bangku Sekolah Dasar. Dan ternyata benar, tepatnya kelas 3 SD, akuinya. Tetap mampu merekahkan tawa pada bibir kecilnya, kali ini ia tidak sendiri, bersama 3 teman lainnya, dan tampak seorang yang lebih kecil diantara mereka.

Sedikit perbincangan aku buka dengan si pejuang cireng ini, katanya rumahnya berada di daerah ciparay. Jujur, aku memang tak banyak paham soal daerah Bandung, tapi dari google map aku dapatkan kalau  jarak Buah batu-ciparay tidak bisa dikatakan dekat. Ia juga sempat bercerita bahwa ibunya tidak bekerja, hanya mengasuh dedek dirumah, dan ayahnya sibuk mengojek. Tak peduli esok sekolah, tapi ia harus balik rumah esok subuh.

Pernah membayangkan anak seumuran ini harus bertarung dengan ganasnya angin malam demi menghabiskan sekeranjang cirengnya? Susah dibayangkan, ini terlalu berat untuk anak sesusianya, disaat anak lainnya tertawa karena sebuah mainan baru, ia hanya bisa tertawa ketika cireng hari ini habis terjual. Aku yakin, ia tidak pernah ingin dilahirkan sebagai penjual cireng di tengah usianya yang masih sangat belia, dan aku sangat yakin ia punya mimpi yang besar sama seperti anak lainnya. Hanya saja ia mendapatkan keberuntungan dengan cara berbeda, dimana tuhan memberinya kesempatan untuk menjadi pekerja keras sejak usia dini.

Semoga cireng hari ini habis terjual, adek kecil. Jangan pernah takut dengan dunia jalanan, selama kamu tetap bersekolah, selama itu juga kamu akan bisa menggenggam mimpi besarmu, suatu saat nanti😉

sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/46852574@N07/5125196230/sizes/m/in/photostream/

4 comments
  1. merinding liatnya, begitulah Indonesia. sistem sentrralisasi membuat kita buta , ya buta akan sekelililng kita :((

    • iya kak, perlu banyak2 bersyukur nih karena kita terlahir dlm keadaan yang jauh lebih beruntung daripada mereka🙂

      • betul :)) ayo buat Indonesia lebih ceria dengan karya-karya kita , hehehe :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: