cerita tentang Ara


X : qid pernah bosan ngga ngelihat orang yang selalu tertukar manggil nama kita? trus denger orang yang bilang kita mirip? emang kita beneran mirip ya qid?

Y : aku justru bingung, mirip dari mananya, jelas-jelas beda. Tapi kamu beruntung loh dibilang mirip aku, selamat ya haha

X : Yeee haha qid coba nanti buka blogku ya, trus baca post ku

Sampailah aku didepan laptop dan menemukan tulisan ini pada sebuah link pribadinya.

LIHAT YANG KAU RASAKAN
 
Meskipun Ara tak pernah menunjukkan keseriusannya,
tapi Ara tak sedang main-main.
Candanya selalu saja memenuhi ruangan kelas dengan tawa lepas,
semuanya tertawa. ‘nyaris’ semua orang, karena si jenius intan dan atau si kuper edo pasti saja terus diam, entahlah mungkin sedang sibuk mengkonversi canda ara ke rumus matematika, atau edo yang sedang sibuk bermain dengan teman mayanya -,-
Aku dan Ara sudah cukup lama saling mengenal. Saking akrabnya mungkin, banyak yang bilang guratan wajahku dan wajahnya hampir tak bisa dibedakan, hanya saja Tuhan ciptakan kami sebagai insan yang berbeda secara mutlak. Aku juga tak keberatan jika orang menyebut kami teman akrab., tapi aku tak akan bisa terima jika ada yang katakan kami miliki hubungan yang lebih dari itu.
yap, karena tidak akan pernah demikian. Hanya orang-orang yang tak punya otak yang katakan begitu.
Aku sangat menghargai keberadaannya di dunia, bukan untuk kupermainkan atau hanya sekedar mempertemukan rasa yang tak seharusnya ada. Aku juga sadar, sebagai laki-laki aku tak seharusnya memanfaatkan semuanya untuk menaklukkan rasa malu dan menghapuskan keteladanan sosok yang mulia dalam kehidupanku.
Ara tak pernah terlihat muram atau belagak cerdas atau bersikap lemah lembut yang terkesan terpaksa.
Candanya itu, yang mungkin akan selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak sampai keram perut, hha. terlebih jika melihat ekspresinya yang mendukung leluconnya😛
Meskipun Ara tak pernah menunjukkan keseriusannya,
tapi Ara tak sedang main-main. hanya saja canda serta kebodohan-kebodohan kecil menutup keaslian sikapnya yang tertanam.
prinsip hidupnya ternyata berkekuatan besar dan mengakar dalam hidupnya. sulit untuk mencurinya meski ia tengah lengah. Ara nyatanya adalah sosok yang sangat kuat meski tak pernah ia tampilkan dalam kesehariannya.
Ara tak pernah ajarkan hidup melalui tutur katanya, karena semua yang keluar hanya canda dan canda.
Ara tak pernah ajarkan aku hidup melalui tutur katanya, namun aku diam-diam mencuri banyak pelajaran dari keaslian sikapnya, pola pikir dan kecerdasannya merangkul sosok yang berbeda-beda.
Aku juga belajar banyak darinya tentang memposisikan diri sehingga kenyamanan melingkari keberadaanku.
Ara tak pernah menunjukkan keseriusannya, jika aku hanya melihat dari apa yang aku lihat.
namun ternyata jika aku melihat dengan apa yang aku rasakan, Ara tak sedang bermain-main dengan kehidupannya.
sumber : http://www.lanashia91.blogspot.com/
Y : aku udah baca isi blognya, kamu bilang kita mirip, dan si ara ditulisan itu diceritakan mirip sama kamu, apa ara yang dimaksud itu aku?
X : ah engga kok, itu cuma cerita khayalan hehe
Y : hmm *mikir*
yah, 3 tahun lebih mengenalnya, aku paham sekali watak teman yang satu ini, ia cenderung mempertahankan gengsinya. Siapapun ara yang dimaksud dalam tulisan itu, semoga ara tetap bisa membawa kebahagiaan untuk sekitarnya. Semoga..
Terima kasih untuk cerita khayalannya wahai sahabat hebat, aku yakin suatu saat kamu akan menjadi seorang istri si pembesar dari tanah arab😉
6 comments
    • paragraf yang mana ini ya?hehe yang dalam ceritanya atau yang diluar?

      • luar cerita, kalo baca ceritanya g ngerti banyak pake bahasa sastra yang saya g suka..hehe

      • hmm brarti soal mempertahankan gengsi ya?hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: