peduli?


Rasanya sangat perlu berpura-pura tidak peduli untuk menutupi sebuah kepedulian yang begitu besar, bukan membohongi diri sendiri  melainkan untuk sekedar menghindari sebuah kecewa ketika tidak ditemukan sesuatu yang berbalas.
Biarlah kita menunjukkan sebuah kepedulian itu dalam bentuk doa. Bukan begitu? Asalkan, janganlah kita terlalu sibuk membahasakan hati tanpa melakukan apa-apa dan jangan pula melepas sebuah kesempatan yang jelas harus kita gunakan bersama. Jika diizinkan, percayalah, ada saat dimana tak ada lagi tebakan dalam hati dan tak ada lagi cinta dalam diam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: