senyumnya semanis buahnya


senyumanPosturnya yang cukup berisi, lengkap dengan kaus lengan panjang dan bertopi, pribadi yang bersahaja, semakin bersahaja dengan senyumnya yang tiada hentinya. Selalu menjadi orang pertama yang melontarkan sapa di pagi hari. Siapa tidak kenal beliau, si bapak penjual buah. Senyumnya tak pernah berubah, manis semanis tumpukan buah didalam gerobaknya. Terlebih lagi, beliau terkenal sebagi jamaah tetap disebuah mesjid.

Beliau begitu hebat, habis atau tidak buahnya hari itu, ramai atau tidak si pembeli, beliau selalu melontarkan senyumnya. Seolah itu semacam jurus jitu untuk berbagi, berbagi kebahagiaan, karena aku sangat yakin, bagi beliau kebahagiaan bukan hanya diukur dari materil yang diberikan, karena melalui senyum kita telah berhasil menularkan dan berbagi kebagahagiaan bersama  orang lain.

Terkadang kita tak pernah bisa menebak, sebaik apa kondisi seseorang dalam keadaan tersebut, bagaimana tidak, senyum seolah menjadi jawaban terbaik untuk meluapkan kondisi yang sebenarnya, biar lah orang yang menebak, apa yang terjadi sebenarnya. Yang pasti senyum adalah cara satu-satunya untuk menutupi keburukan perasaan. Walau terkadang orang tertentu mampu membedakan, senyum yang tulus dan yang hanya sekedar sandiwara raut wajah.

Yang pasti, senyum mampu membuatmu jauh lebih bisa menikmati apa yang diberikan-Nya, mampu membuatmu terlihat lebih kuat, mampu membuatmu lebih percaya diri dan awet muda tentunya. Dan yang paling berasa luar biasa adalah, Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga.  Ia seperti udara bagi yang tercekik.   Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam.

Jadi teringat sebuah hadist :

Senyumanmu ketika bertemu saudaramu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi)
Tersenyumlah!😉
 
8 comments
  1. saya tau beliau tuh🙂 sebelum adzan, gerobaknya pun dipinggirkan dan dititipkan kepada sang Maha Pemberi Rezeki. sering2 beli ya..

    • iya siap insyaallah kak, si ibunya pun juga sangat baik🙂

      • si ibunya? siapa ya?saya belum tahu si ibunya. hehe

      • iya istrinya kak, jadi si ibunya tuh yang bersih-bersih dikosan aku hehe

      • oh gitu, pantes saya g kenal. tp selama ini sy belum tau nama beliau, begitu jg sebaliknya.hehe

      • sama kak, aku juga ngga tau namanya, selama ini cuma manggil ‘pak’ doang :p

      • hadeuh -_- tanyain lah.hehe.. ntar kasih tau ya..

      • haha oke insyaallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: