kurangkai mimpiku diatas syariat-Nya..


Semasa kuliah mimpi terbesar saya adalah menjadi bagian dari pengajar muda, gerombolan anak bangsa yg membaktikan dirinya untuk mengabdi sebagai pendidik di tanah pedalaman yg mungkin kerap terabaikan. Saya senang mengajar, senang sekali, pun senang berada di lingkungan baru, jadi tak aneh ketika menjadi pengajar muda adalah sebuah mimpi yg luar biasa untuk seorang yg begitu mencintai anak kecil seperti saya.

Guna menggapai mimpi didepan mata itu, sy menargetkan untuk menyelesaikan studi S1 di awal tahun 2013, sehingga mampu mengikuti pembukaan pendaftaran pengajar muda pada bulan April 2013. Ah mimpi sudah didepan mata rasanya!

Tapi tak sejalan dengan keinginan, ternyata sy tak mengantongi ijin dari keluarga untuk mengikuti program ini, berkaitan dengan kekhawatiran mereka terhadap seorang anak perempuan yg harus ditempatkan di pelosok negri. Baiklah harus move on sepertinyaaa! Walaupun rasanya begitu sia2 ketika mimpi yg sejak lama dipersiapkan harus dilepas begitu saja.

Tak jauh dari “aktivitas mengajar” kemudian sy terlibat dalam sebuah rekrutment guru bimbingan belajar, Bintang Pelajar. Rekrutmen yg begitu unik, krn terdapat tahapan tes agama islam, tes membaca qur’an, tes hafalan qur’an, dan banyak tes lainnya yg berkaitan dengan keagamaan. Dan yg paling membut sy meresa comfort dengan institusi ini adalah, karena, para guru justru diberi kewajiban untuk berpaikan syar’i, terlebih lagi untuk mereka yg bercadar, sangat diperbolehkan.
Saya lulus dan kembali tak mengantongi ijin dari keluarga. Saat itu yg bisa dilakukan hanyalah terus berkhuznudzhon. Seolah Allah sedang mempersiapkan yg lebih baik, dimana sy tetep bisa mendapatkan Ridho orang tua dan Ridho-Nya. Yaaaaaah walau begitu penuh dengan kekecewaan rasanya :’)

Layaknya para pengangguran pada umumnya, sy terus terlibat dalam berbagai rekrutmen, dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dan dengan hati2 sy menghindari perusahaan2 yang menawarkan keterikatan dan pengaturan dalam cara berpaikaian yg bertentangan dengan syariat. Dan sampailah pada suatu hari, Seorang dosen menelpon sy untuk menawarkan sebuah posisi di perusahaan Swedia.

Percaya tidak kalau janji Allah itu pasti? Saya sangat percaya!
Karena kini saya sedang bekerja di sebuah perusahaan kelas dunia yg mana 70% karyawannya adalah orang asing, dan sy tetap nyaman dengan cara berpakaian sy, dengan tetap bergamis dan jilbab sepaha. Tak ada penolakan sama sekali dari pihak perusahaan. Dan inilah hadiah dari Allah, dimana saya diberi kesempatan untuk belajar banyak dengan tetap berada dalam syariatnya, biidznillaah. Alhamdulillaah…

Saya rasa setiap ketentuan penciptamu adalah berupa sebuah kebaikan untuk ciptaannya, jadi masihkan kau ragu dalam menjalankan syari’atnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: