NOL


Bagaimana mungkin kau ajak aku menikah dan berkeluarga denganmu, sedang ilmu agamamu nilainya NOL
Bagaimana engkau ajarkan aku sabar, sementara nilai akhlak dan kelakuanmu NOL
Bagaimana engkau mengajarkan aku bahasa syurga, sementara nilai hijaiyahmu NOL
Bagaimana engkau bisa menafkahi istri dan anakmu kelak, jika nilai shalat subuh dan bangun pagi saja NOL
Bagaimana engkau bisa mengajarkanku ibadah, jika ilmu fiqihmu juga NOL
Biarpun nilaiku 9 dan engkau masih 0, maka nilai kita berdua = 4,5 dan itupun masih di bawah rata-rata..
Bukan kah terasa lebih baik ketika kita bersama mempersiapkan angka yang tinggi untuk kemudian memperoleh rerata yang jauh lebih tinggi?
dan bukan kah terasa lebih baik ketika penerus kita lebih bersemangat memperoleh nilai angka yang terlampau tinggi dari nilai kedua pendahulunya?

karena menikah itu tak sesingkat ucapan ijab qabul..

*dikutip dari kultweet @kajianislam dengan beberapa penambahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: