cerita kecil


Saat itu kau ibarat superman yang selalu datang jika musuh membawa ketakutan untukku. Tak perlu jubah semacam itu, kamu tetap orang tergagah setelah ayah kita. Ingat kan saat itu? aku duduk di kelas 3 SD, dan kamu adalah pahlawan paling hebat, tak hanya di sekolahku pun juga dihati kecilku.

Lucu. Bagaimana kita memperebutkan sepotong kue yang pada akhirnya memecahkan tangisku.Namun setelah aku tahu bahwa hari ini akan datang, aku berjanji akan selalu memberikan kue itu untukmu jika kesempatan itu kembali datang.

Ada kenangan yang lupa kita ninabobokkan. Ingat kah soal hutang ketok kepala seratus kali, seribu kali atau bahkan mencapai satu milyar kali itu? Ah, hingga sekarang aku belum punya cukup keberanian untuk melunasinya, tapi tidak untuk menagihnya ^^

Satu lagi, ibu selalu marah ketika mendengar “bahasa kita”. Ya bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh dua kakak beradik yang selalu beradu ke-imut-an dengan kata-katanya. Sangat ingat betapa berfikir kerasnya aku ketika harus merangkai kata-kata selucu mungkin. Hingga terkadang sudah sangat jauh dari ke-normal-an.

Dan aku tidak akan bisa lupa. Saat aku menumpahkan semua tangisku, soal kegundahan, entah apapun penyebabnya. Barangkali waktu-waktu dimana aku begitu merindukan sebentuk kebersamaan adalah waktu-waktu dimana aku ingin kamu berada disampingku, dan kemudian kita selesaikan semuanya bersama. Duduk secara lengkap di ruang keluarga itu.

Memang hidayah adalah sebuah kebaikan-Nya. Tapi kebaikan itu pun aku temukan pada usahamu, mengenalkanku pada jalan yang Haq ini. Meluluhkan keegoisan dan kawan-kawannya. Aku berkesimpulan inilah bentuk kepedulian. Saat seharusnya kau sibuk dengan dirimu, namun nyatanya masih saja ada waktu untuk kita, ya keluarga.

 

Nanti, bila Desember itu datang.
Janji padaku, ya janji lah kalau aku tetap menjadi adik yang begitu kau cintai..
Janji lah kalau kasih sayang kakak adik itu tak akan pudar termakan oleh kebahagiaanmu dengannya..
Sekali lagi, berjanji lah jika kelak tak akan ada posisi yang tergantikan.. tetap ada tawa bersama dalam sebuah permainan, tetap ada cinta untuk keduanya,sepasang yang kian lanjut usia..
kita mulai memasuki sebuah fase, kebahagian yang lebih terbagi, anggota yang kian bertambah, hidup yang tak hanya sekedar hitam putih maupun canda tawa
 

 

 

did you know? Home is you. So when I say I miss my home, it means I miss you, Khairul Anwar Ahmad Said.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: