di ujung Ramadhan


tumblr_midjqgFJY81qfcrkpo1_500Kalau saja setiap kita paham tiap-tiap kemuliaan pada bulan Ramdahan..

Kalau saja umur ini selalu mampu melalui setiap bulan di tiap tahunnya..

Kalau saja raga ini mampu memanfaatkan hitungan detik dalam keberkahan Ramadhan..

Kala saja bulan suci ini tak memili akhir..

Kalau saja..

 

Seperti ada rasa bersalah yang begitu besar, ketika aku lebih menyibukkan diri untuk hal-hal duniawi, ketimbang akhiratku. rasa bersalah pun tak cukup untuk membayar amalan-amalan yang banyak aku abaikan. Sudah lewat setengah Ramadhan, tapi tak ada rasa “maksimal” dalam diri ini. Puasaku seakan terasa hambar, hanya berpuasa, dan beribadah secara rutin, tapi dimanakah letak sebuah “peningkatan”? Peningkatan yang harusnya aku dapati bukan hanya di bulan ini, tapi sejak bulan bulan sebelumnya. Ibarat grafik kurs asing, aku tengah berusaha menjaga nilai mata uangku atau bahkan membiarkannya terjun bebas.

Dan patut kah aku berbangga dengan hal ini?

Lihatlah bagaimanakah para salaf selalu berdo’a selama enam bulan untuk diperjumpakan kembali dengan bulan Ramadhan. Mereka pun berdo’a di enam bulan lainnya agar amalan-amalan mereka diterima. Itulah kekhawatiran para salaf.

‘Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Mereka para salaf begitu berharap agar amalan-amalan mereka diterima daripada banyak beramal.

Bukankah engkau mendengar firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Ma-idah: 27)”

Dari Fudholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya, karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Ma-idah: 27)”

Ibnu Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih ku khawatirkan daripada banyak beramal.”

Setiap orang berlomba melakukan berbagi kebaikan dan amalan di bulan Ramadhan hingga kadang belum lama terasa keindahannya, namun sudah dihadapkan pada ujung bulan Ramadhan. ujung yang merupakan sebuah tanda, bahwa kesempatan ini akan segera berakhir, ya tidak lama lagi.

Ya Allah, teguhkanlah kami diatas keimanan dan amal salih, hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik, dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam dan gabungkanlah kami dengan orang-orang salih. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian).

Semoga Allah menjadi kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah selepas bulan Ramadhan ^^

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: