Jakarta dan hiruk pikuknya


Bismillah,

Aku pernah memutuskan untuk meninggalkan Bandung dan kemudian beralih ke Jakarta, dan kini, tepat empat bulan yang lalu aku harus memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan balik ke kampung halaman, Bontang. Bukan keputusan yang mudah, karena hingga kini masih meninggalkan kerinduan yang begitu mendalam. Dua tahun menetap di kota yang tidak ada matinya itu bukan lah waktu yang sebentar, berawal dari belajar beradaptasi hingga mulai benar-benar jatuh cinta. Bahkan sangat jatuh cinta.

Kata siapa kota itu penuh dengan hedonisme?

Kata siapa kota itu penuh dengan mereka yang cinta dunia?

Mungkin itu hanya untuk mereka yang tak pernah menemukan betapa religiusnya kota ini.

Sesungguhnya sangat banyak majelis ilmu bertebaran diseluruh Jakarta, yang tak ada di Bandung, pun di Bontang. Dan banyak juga mereka-mereka yang sangat teguh menggenggam syariat-Nya dengan berpakaian syar’i di tempat umum. Berbeda dengan Bandung, dimana mereka yang jlbab selutut terasa teramat asing. Bukan tak rindu dengan Bandung, tetapi entah hati ini lebih terpaut dengan si Ibu Kota.

Ibu Kota tak sekeras yang kalian bayangkan, kawan. Ibu Kota penuh hidayah, untuk mereka yang giat mencarinya. Majelis ilmu syar’i berkembang pesat di kota itu, dilengkapi dengan asatidz luar biasa. Dimana, saat datang, kita bisa menyaksikan ribuan orang yang sangat ingin berada di tempat yang dikelilingi oleh para malaikat. Duduk rapi dengan pulpen dan buku tulis di pangkuan dan asik menyimak. Aku rindu hiruk pikuk itu, sangat rindu.

Tak seperti disini, hanya bisa ditemukannya di layar kaca, yang terkadang berupa siaran ulang.

 

 

Rindu ini kutitipkan untuk Jakarta, Ibu Kota yang begitu ramah akan hidayah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: