hidayah


8588547428_8baeb714fd_z

“Andai hidayah itu dapat ku beli, akan ku beli berkeranjang-keranjang, untuk aku bagi-bagikan pada mereka yang ku cintai.. “

–Imam Safi’i-

 

Segala puji bagi Allah atas nikmat hidayah. Bisa kita bayangkan betapa besar karunia Allah kepada hambaNya, Dialah Allah yang telah menetapkan syariat dan jenis-jenis ibadah yang mendatangkan pahala. Dia pula yang memberi pahala atas ibadah yang kita lakukan, bahkan melipatkan pahala menjadi berlipat ganda. Dia pula yang telah menyiapkan surga sebagai tempat kembali untuk hamba-hambaNya yang sholih. Tak cukup itu saja, Dia pulalah yang memberi taufik serta hidayah untuk melakukan kebaikan dan istoqomah di atas jalan kebenaran kepada hambaNya. Padahal Allah ta’ala tidak butuh kita, tidak butuh ibadah kita.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 16)

 

Namun, beberapa hari belakangan ini dihadapkan tentang realita kehidupan, soal datang dan perginya sebuah hidayah. Bahagia yang luar biasa ketika mereka yang tak pernah terbayangkan kini mulai mengenakan jilbab syar’i, mulai giat duduk di majelis ilmu. Tak ada orang yang tak tau bahwa ia ahli maksiat dulunya, tapi rasa cinta Allah padanya teramat besar hingga Allah sampaikan ia pada perkenalannya dengan keindahan syariat Islam.

Ada yang datang pun ada yang pergi..

Sahabat yang dulu jilbabya terulur menutupi dada kini masuk pada kategori hijabers, yang dulu gigih dengan memelihara jenggot dan memendekkan celananya diatas mata kaki, kini mulai menjulurkannya hingga menyentuh sepatu.

Beberapa realita yang tak bisa di tolak, namun masih bisa kita cegah. Tak salah jika banyak yang berkata bahwa menjaganya lebih berat ketimbang mendapatkannya. Karena hidayah bisa pergi kapanpun dan dimanapun, Tak ada jaminan kita yang sekarang kokoh dengan hidayah akan meninggal dalam kondisi yang sama. Karena amal manusia tergantung penutupnya. Berhentilah berbangga dengan diri yang masih sangat minim ilmu ini, karena sesungguhnya hidayah tidak ada ujungnya, tidak akan berkesudahan, ia tetap engkau butuhkan hingga malaikat maut menjemputmu.

 

Duhai kawan, hidayah Allah itu sagat lah mahal, tak bisa kita beli dengan bersantai-santai, bersenang-senang tanpa pernah berpikir. Karena akan terlalu “murah” jika berdoa hanya perkara harta dan tahta..

Sebanyak tujuh belas kali dalam sehari, di setiap raka’at shalat kita, kita memohon petunjukNya.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah: 6)

 

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin Allahumma aamiin..

 

Bontang 7 Desember 2015,

Disela-sela istirahat siang di Pabrik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: