new beginning


Belum kutemukan kata yang sesuai untuk mendeskripsikan rasa ini, sebuah temu antara haru dan rindu, mereka beradu hingga menyatu. Kalau pun aku paham, mungkin ini bentuk cemas pada sebuah waktu.

Dan pada akhirnya semua wanita akan sampai pada fase ini, berbunga-bunga, senyum tanpa alasan, seperti ada rasa yang ingin ditumpahkan tapi entah seperti apa caranya. Aku duduk manis, berusaha menata kembali sebuah rasa dan kata dalam doa hingga tiba sebuah masa.

Hitungan hari ( in syaa Allah), sebuah bakti ini tak lagi milik sepasang itu sepenuhnya, sepasang yang telah menjadikanku utuh hingga 24 tahun ini, sepasang yang dengan gigihnya menjadikanku gadis pilihan yang siap engkau pinang. Aku seperti sedang menjahit untaian lembaran baru, hingga waktu itu datang dan mengenakannya dengan mu, si orang baru. Dan ketika doaku dan doamu menjadi satu, semoga menjadi satu alasan kita dipertemukan. Semoga menjadi ridho dalam menjalani sisa-sisa kehidupan, tentunya juga dengan meraka, dua pasang yang yang nantinya kita sebut “orang tua kita”.

Yang kutau kita tak boleh menyerah pada waktu, karena ia selalu membawa hikmah pada setiap rindu.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: